Jumat, 29 Oktober 2021

Manajemen Marketing - Forum 11 : Strategi Pemasaran untuk B2B (Business to Business)

 


Pemasaran B2B adalah sebuah aktifitas pemasaran yang terjadi antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnnya. Produk yang dipasarkan biasanya barang industri atau barang modal. B2B adalah singkatan dari “business to business”, yaitu ketika bisnis adalah pelanggan utama. Pemasaran B2B adalah saat kita mengarahkan upaya pemasaran ke bisnis dan organisasi. Sedangkan, pemasaran B2C adalah saat kita mengarahkan strategi pemasaran untuk menarik konsumen individu. Menurut saya. dari beberapa elemen promosi seperti advertising, sales promotion, public relation, personal selling dan direct marketing, advertising masih efektif untuk diterapkan, hanya saja untuk pemasaran B2B harus dimodifikasi sedemikian rupa, seperti Go Online, dan lain sebagainya.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan bisnis ketika ingin fokus pada pemasaran B2B. Beberapa metode tersebut antara lain:

1.  Blogging

Untuk menggunakan blogging dalam strategi pemasaran B2B, kita harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Posting blog kita harus ditujukan untuk anggota tertentu dalam bisnis yang ditargetkan. Misalnya, kita dapat mengarahkan ke CEO, atau kepala departemen pemasaran. Pikirkan tentang masalah yang dipecahkan produk atau layanan kita, lalu tulis posting blog seputar topik ini. Sebagian besar pengambil keputusan dalam bisnis lain akan meneliti dengan cermat sebelum memutuskan produk atau layanan baru yang akan digunakan,.

2. Email

Email adalah taktik pemasaran umum untuk kampanye pemasaran B2B dan B2C. Untuk menggunakannya dalam kampanye B2B, kita ingin membuat pengambil keputusan dalam bisnis lain mendaftar ke daftar email kita.

3. Refferal

Pemasaran refferal adalah ketika kita menghasilkan penjualan melalui rekomendasi pelanggan sebelumnya. kita dapat menggunakan ini dalam strategi pemasaran B2B dengan mendorong pelanggan sebelumnya untuk merekomendasikan kita kepada pengambil keputusan dalam bisnis lain. Bisnis suka menerima diskon kapan pun mereka bisa, jadi jika kita juga dapat memberikan bonus rujukan, ini akan mendorong mereka untuk membuat lebih banyak rekomendasi.

4. Mengoptimalkan mesin pencari (SEO)

Sebelum sebuah bisnis membuat keputusan, ia akan melakukan banyak penelitian. Ini biasanya termasuk melakukan pencarian internet dan menelusuri hasil teratas. Untuk memasarkan produk atau layanan kita ke bisnis lain, kita harus muncul di bagian atas hasil pencarian untuk kata kunci yang terkait dengan bisnis. Kita dapat melakukan ini dengan memfokuskan sebagian perhatian pada SEO.

Ini adalah praktik memodifikasi situs web dengan cara tertentu untuk membuatnya lebih menarik bagi faktor-faktor yang dilihat mesin telusur saat menentukan urutan tampilan hasil mereka. Beberapa hal sederhana seperti mengubah judul posting blog atau mempercepat situs web dapat meningkatkan hasil yang jauh lebih tinggi.

5. Media sosial

Media sosial adalah strategi pemasaran B2C yang umum, tetapi juga efektif dalam penjualan B2B. Ini karena pengambil keputusan di bisnis lain juga ada di media sosial. Kita dapat menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk, menghasilkan kesadaran merek dan meningkatkan otoritas merek.

Dengan bergabung dalam diskusi online, kita akan mulai mendapatkan lebih banyak perhatian dari pengambil keputusan dalam bisnis yang kita targetkan. Kita juga dapat membayar untuk menjalankan iklan di media sosial dan secara langsung menargetkan orang-orang yang bekerja untuk jenis perusahaan yang kita incar.

6. Pameran dagang dan konvensi

Pameran dagang dan konvensi adalah tempat yang tepat untuk bertemu dengan profesional industri lainnya dan mempromosikan bisnis. Ini adalah pertemuan pengambil keputusan dalam audiens target, yang pergi ke acara ini untuk bertemu profesional lain dan melihat apakah ada produk atau layanan yang ingin mereka coba. Di sini kita juga akan bertemu bisnis lain yang ingin menjual kepada kita, memungkinkan kita untuk meningkatkan bisnis sendiri. Pameran dagang pada dasarnya adalah acara jejaring yang sempurna untuk siapa saja yang terlibat dalam penjualan B2B.


Referensi :

https://accurate.id/marketing-manajemen/strategi-b2b-marketing/ 


Kamis, 28 Oktober 2021

Manajemen SDM - Forum 11 : Penerapan Talent Management di Perusahaan


1. Pemetaan Talent perusahaan dilakukan melalui dua tahap :

a.  Nine Box Matrix, yaitu pemetaan berdasarkan kinerja yang dibandingkan dengan potensi yang terbagi ke dalam 9 bagian. Berikut referensi yang matriks yang digunakan :


b. Talent Readiness, yaitu pemetaan berdasarkan dari kesiapan talent untuk menduduki posisi lebih tinggi, ditentukan menjadi beberapa kategori berikut :

  • R0 adalah talent yang disimpulkan siap untuk menduduki posisi yang lebih kompleks dalam waktu dekat (saat ini)
  • R1 adalah talent yang disimpulkan siap untuk menduduki posisi yang lebih kompleks dalam waktu 1 (satu) tahun kedepan
  • R2 adalah talent yang disimpulkan siap untuk menduduki posisi yang lebih kompleks dalam waktu 2 (dua) tahun kedepan

2. Pelaksanaan Talent Committee Meeting (TCM)

Pelaksanaan Talent Committee Meeting akan dijalankan oleh beberapa pihak terkait, baik itu untuk Head Office maupun untuk Site, yangmana harus dihadiri Committee Leader, Committee Member dan Facilitator.

Tugas Committee Leader

  • Memimpin jalannnya TCM
  • Mengarahkan Committee Member untuk mencapai suatu kesepakatan

Tugas Committee Member

  • Mengidentifikasi pekerja Potential dan High Potential di fungsi/site-nya
  • Melakukan pemetaan pekerja yang ada di fungsi/site-nya
  • Mengidentifikasi Talent Pool untuk fungi/site-nya
  • Membuat Career Planning serta review Individual Development Program (IDP) Talent yang ada di fungsi/site-nya
  • Memberikan masukan terhadap proses identifikasi Talent
  • Melakukan koordinasi dan konsolidasi data hasil TCM

Tugas Facilitator

  • Memberikan panduan dalam kegiatan TCM
  • Memonitor pelaksanaan hasil TCM

Rabu, 27 Oktober 2021

Manajemen Marketing - Forum 10 : Integrated Marketing Communication di Perusahaan

Integrated marketing communication (IMC) adalah suatu metode tentang bagaimana suatu bisnis bisa disampaikan dengan pesan yang sama pada seluruh media pemasaran. Integrated marketing communication dapat membentuk identitas merek dan pesan yang kuat di pasar. Sebab IMC mengoordinasikan dan memadukan semua saluran pemasaran untuk menyampaikan pesan yang konsisten. Menurut saya IMC sangat membantu strategi pemasaran dalam mencapai target penjualannya, karena beberapa hal, yaitu :

  • Pesan yang disampaikan secara konsisten akan lebih mudah dipahami oleh semua calon konsumen
  • Lebih mudah dalam membangun citra. Semua unsur-unsur brand akan mudah diterima oleh semua calon konsumen
  • Dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Di Era digital seperti sekarang, pelanggan tidak hanya mencari produk/jasa sesuai dengan apa yang dibutuhkan, namun mereka memerlukan pengalaman yang benar-benar memenuhi ekspektasinya

Kami merupakaan perusahaan jasa pertambangan, dimana kami bermitra dengan owner company dan stakeholder seperti masyarakat lingkar tambang dan pemerintah. Ketika melakukan promosi awal (sebelum kesepakatan kontrak), IMC ini kami terapkan kepada para owner company dan stakeholder dengan memanfaatkan elemen promosi soft sell seperti advertising, public relation dan CSR, sedangkan untuk hard sell menggunakan personal selling dan direct marketing yang dilakukan oleh divisi business development.

 

Setelah perusahaan menjalin kerjasama kontrak jangka panjang dengan para owner company, menurut saya, yang lebih efektif dilakukan saat ini adalah penerapan Customer Relationship Management (CRM), seperti memenuhi target customer dan menjaga hubungan baik dengan para stakeholder, baik masyarakat lingkar tambang maupun pemerintah, sehingga keberlangsungan operasional perusahaan akan tetap berjalan kondusif.


Senin, 25 Oktober 2021

Manajemen SDM - Forum 10 : Intervensi Proses dengan Menggunakan Total Quality Management

Intervensi proses yang diterapkan di perusahaan kami adalah aplikasi dari Total Quality Management (TQM) dengan menggunakan metodologi PDCA (Plan – Do – Check – Act). Intervensi ini diharapkan dapat membantu dalam mencapai visi perusahaan. Visi perusahaan adalah menjadi mitra jasa pertambangan kelas dunia. Dengan melihat visi tersebut, tentunya perusahaan harus dapat bergerak cepat dan melakukan perbaikan secara terus menerus agar dapat bersaing dengan para competitor dan mendapatkan lebih banyak peluang untuk bermitra dengan para ­­owner company.

“Plan Better, Act Faster”, itulah salah satu budaya perusahaan yang harus diterapkan oleh semua karyawan. Perencanaan yang lebih baik akan terwujud, jika tim melakukan identifikasi masalah secara serius dan menyeluruh. Dan Tindakan yang lebih cepat bisa terjadi jika semua tim bersepakat terhadap target waktu yang seefisien mungkin dan mereka berkomitmen terhadap target waktu yang telah disepakati. Budaya perusahaan akan terimplementasi dengan baik melalui intervensi proses Total Quality Management (TQM).


Total Quality Management (TQM) merupakan suatu sistem  manajemen kualitas yang berfokus pada Pelanggan (Customer focused) dengan melibatkan semua level karyawan dalam melakukan peningkatan atau perbaikan yang berkesinambungan (secara terus-menerus). TQM menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif untuk meng-integrasikan kedisplinan kualitas ke dalam budaya dan kegiatan-kegiatan perusahaan. Dalam TQM semua anggota  organisasi atau karyawan perusahaan harus berpartisipasi aktif dalam melakukan peningkatan proses, produk, layanan serta budaya dimana mereka bekerja sehingga menghasilkan kualitas terbaik dalam Produk dan Layanan yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

Di perusahaan kami, perbaikan secara terus menerus (Continuous Improvement) dibagi menjadi 3 jenis yaitu Task Force (untuk management level), Small Group Activity (untuk kelompok staf & non-staf), dan Suggestion System (untuk individu non-staf). Semua karyawan akan terlibat dalam budaya ini sesuai dengan jenis perbaikannya. Untuk metodologi yang dipakai adalah PDCA yang diuraikan menjadi 8 langkah :

  1. Plan – Mengidentifikasi tema perbaikan yang dipilih
  2. Plan – Mengukur performa sebelum perbaikan
  3. Plan – Menetapkan tujuan perbaikan dan manfaatnya bagi perusahaan
  4. Plan – Menganalisa akar penyebab masalah
  5. Plan – Menyusun rencana tindakan perbaikan
  6. Do – Mengimplementasikan tindakan perbaikan
  7. Check – Memeriksa Hasil perbaikan
  8. Act – Standarisasi dan menganalisa peluang perbaikan selanjutnya


Sabtu, 23 Oktober 2021

Manajemen Marketing - Forum 9 : Sesuai atau Melebih Ekspektasi Pelanggan adalah Hal Terpenting

 


Delivering Customer Experience  adalah salah satu strategi penting dalam pemasaran dan merupakan tahap pertama dalam merebut hati pelanggan. Diharapkan pelanggan dapat merasakan dan mengalami sendiri keterlibatan terhadap suatu produk/jasa yang mereka bayar. Berbagai informasi kelebihan produk/jasa yang  mereka peroleh dari iklan seharusnya bisa sesuai dengan kenyataan setelah mereka menggunakannya sendiri. Jadi menurut saya, hal terpenting dalam Delivering Customer Experience adalah "Kesesuaian Produk/Jasa dengan informasi yang mereka peroleh dari iklan". Oleh karena itu, ketika melakukan promosi, perusahaan harus betul-betul memperhatikan konten iklan dan value dari produk/jasa yang ditawarkan. 

Contohnnya adalah pelayanan di hotel. Sebelum menginap, tentunya para pelanggan sudah melakukan  pencarian informasi mengenai kualitas pelayanan hotel tersebut, seperti kebersihan kamar, keramahan pegawai hotel, kecepatan pelayanan, keamanan dan kenyamanan suasana hotel, serta ketersediaan fasilitas. Kesan pelanggan hotel akan ditentukan dari experience mereka selama menginap di hotel apakah sesuai ekspektasi atau tidak. Pelanggan hotel hanya akan peduli pada experience yang mereka terima. Mereka tidak peduli dengan cara hotel membuat sistem, aturan, maupun prosedur di hotel tersebut. Lebih mendasar lagi, pelanggan hotel akan tersentuh dengan hal-hal yang sifatnya memanusiakan mereka. Dan logikanya, sesuatu yang menyentuh sisi pengalaman akan tertanam mendalam di hati orang. Pengalaman yang baik mendorong orang membagikanya kepada orang lain.