Transformasi digital merupakan salah satu bentuk dari transformasi bisnis. Transformasi digital menjadi suatu keharusan bagi bisnis. Alasan pertama adalah perubahan yang tidak bisa dihindarkan. Pernah dengar digital disruption? Era digital telah merubah kebiasaan kita sehari-hari, mulai dari cara kita bekerja, cara kita belajar, dan masih banyak lainnya. Alasan kedua, adanya pandemi covid-19, mempercepat dan memaksa kita untuk masuk pada kebiasaan baru, terutama pada aspek tingkat penggunaan media digital yang semakin tinggi, seperti : virtual meeting dan streaming online (film, news, dll).
Jumat, 22 Oktober 2021
Manajemen Marketing - Forum 5 : Transformasi Digital Disney
Manajemen SDM - Forum 5 : 5 Hari Training untuk New Employee
Seperti yang saya paparkan pada
forum topik Recruitment & Selection, bahwa saat ini perusahaan kami di
jobsite sedang membutuhkan banyak pekerja berpengalaman sebagai calon
pengendali alat-alat berat. Setelah menandatangani SPK (Surat Perjanjian Kerja)
mereka akan diserahkan oleh tim HR (Human Resource) kepada tim LC (Learning
Center). Dibawah koordinasi tim LC para pekerja baru akan diberikan beberapa
pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari.
Sasaran pelatihan adalah para pekerja baru dengan tujuan pelatihan memberikan knowledge mengenai
- Safety Mindset Transformation
- Value, Vision-Mision & Culture perusahaan
- Pengelolaan Human Resource & General Affairs (HRGA)
- Induksi & Pemaparan Regulasi Safety, Health & Environment (SHE)
- Sosialisasi Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Dari sasaran dan tujuan pelatihan
tersebut, tim LC Bersama dengan tim SHE, Business Excellence (BE), HRGA dan tim
IR (Industrial Relation) menetapkan isi program pelatihan yang dilaksanakan 5
hari, dari Jumat hingga Selasa pada setiap minggunya. Setiap sesi pelatihan
dievaluasi dengan adanya pre test dan post test quiz, dimana syarat kelulusan
adalah nilai post test quiz minimal 80. Jika tidak memenuhi syarat maka pekerja
tersebut bisa mengikuti remidial. Pada hari kelima, pelatihan ini ditutup
dengan welcoming speech dari manajemen jobsite sebagai simbolis secara resmi
penerimaan para pekerja baru di perusahaan kami. Akhirnya 5 hari training ini
menjadi standar perusahaan dalam melakukan pelatihan awal kepada para pekerja
baru yang ditempatkan di jobsite.
Manajemen Marketing - Forum 4 : Segmenting, Targeting & Positioning
Untuk membangun brand awareness dan meningkatkan potensi penjualan produk makanan dan minuman, kita dapat melakukan segmenting dengan mengklasifikasi konsumen beradasarkan umur, tempat tinggal, pekerjaan, pendapatan, dan tentu saja ketertarikannya terhadap produk makanan dan minuman. Kita dapat melakukan identifikasi kebutuhan konsumen dengan melihat produk makanan atau minuman seperti apa yang mereka butuhkan dan berapa rata-rata harga produk yang biasa mereka beli.
Kemudian lakukan targeting dengan menentukan siapa saja orang yang akan membeli produk kita. Jika sebuah kelompok memiliki pendapatan besar, bukan berarti kelompok tersebut cocok menjadi target pasar kita. Oleh karena itu, kita perlu melihat kebiasaan berbelanja mereka apakah sering membeli produk makanan minuman atau tidak. Jangan sampai kita hanya menargetkan kelompok berpenghasilan besar, tapi tidak memiliki ketertarikan terhadap produk makanan atau minuman.
Setelah menentukan target pasar, lakukan positioning dengan menentukan keunggulan produk kita. Misalnya, kita menjual produk mie instan yang sudah ada di pasaran. Untuk menentukan posisi pasar, kita harus mengeluarkan produk mie instan dengan rasa berbeda dari produk mie instan lain yang sudah pernah ada.
Manajemen SDM - Forum 4 : Penilaian Kinerja dengan Key Performance Indicator
Setiap awal tahun dilakukan
penyusunan Key Performance Indicator (KPI) di masing-masing departemen. KPI ini
melekat pada setiap jabatan yang merupakan indicator ketercapaian kinerja yang
bisa diukur. KPI sangat berkaitan dengan job description, dimana deliverable
dari setiap job biasanya tertuang jelas dalam parameter-paremeter KPI.
Perusahaan kami melakukan
evaluasi terhadap KPI selama 3 kali dalam setahun. Pertama KPI Plan (Jan-Feb),
KPI Monitoring (Jun-Jul) dan KPI Final (Nov-Des). Dalam setiap tahapan
evaluasi, atasan langsung melakukan coaching kepada angotanya berdasarkan
pencapaian KPI. Pada KPI Plan, atasan lebih berfokus pada anggota untuk
berkomitmen terhadap pencapaian target dari masing-masing parameter. Pada KPI
Monitoring, lebih ke evaluasi pencapaian tengah tahun serta tindak lanjut
terhadap parameter yang tidak tercapai, sedangkan untuk KPI final, atasan akan
melakukan penilaian akhir terhadap kinerja dari anggota, dimana hasil akhir penilaian
ini akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam hal % kenaikan salary setiap
tahunnya.
Manajemen Marketing - Forum 3 : Market Behavior terhadap BTS McD & Green Marketing
Market Behavior BTS McD
McD telah melakukan identifikasi consumer behavior yang dipengaruhi beberapa faktor yaitu cultural factor, personal factor dan social factor. McD menyadari betul bahwa sebagian besar target mereka adalah konsumen anak muda, dimana saat ini K-POP menjadi salah satu hiburan yang sangat diidolakan mereka. Dengan adanya BTS meal ini, McD berharap besar terjadi perubahan perilaku konsumen anak muda yang dominan dipengaruhi personal factor (lifestye) sehingga secara psikologi mereka akan termotivasi untuk segera melakukan pembelian. Strategi marketing memang cukup efektif saat itu, terbukti dengan banyaknya permintaan dari para konsumen, terutama anak muda. Namun yang perlu diperhatikan adalah aspek penjualan dalam jangka panjang. Dengan menggandeng BTS, biaya marketing yang dikeluarkan McD mungkin tidak sedikit dan mungkin saja kerjasama yang disepakati bukan jangka panjang. Sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwa campaign yang mereka lakukan cukup efektif pada saat itu, hanya saja belum dapat menjamin benefit nya dalam jangka panjang.
Green Marketing
Green Marketing atau Pemasaran hijau adalah konsep kegiatan pemasaran yang dikembangkan untuk merangsang dan mempertahankan perilaku konsumen yang ramah lingkungan. Melihat realitas saat ini, kita tidak dapat memungkiri bahwa ketika penerapan beberapa kebijakan lingkungan, misalnya "tidak ada kantong plastik saat berbelanja", menimbulkan pro dan kontra. Pelaku usaha yang mendukung lebih karena mengurangi biaya pengadaan kantong plastik dan mensubstitusikannya dengan kantong berbayar ramah lingkungan . Dan pelaku usaha yang kurang mendukung salah satunya adalah kalangan UMKM, terutama untuk yang memiliki produk-produk cair/berkuah, dimana mereka tetap harus menggunakan kantong plastik. Dari sisi konsumen, sepertinya jika kebijakan ini dterapkan, tidak akan menyebabkan peubahan perilaku negatif yang dapat mempengaruhi penjualan dengan syarat sosialisasi dan edukasi yang cukup dan tidak terlalu membebani konsumen.
Di perusahaan saya yang merupakan perusahaan tambang, kepedulian lingkungan merupakan aspek yang sangat penting dan menjadi prioritas. Kita menerapkan good mining practice misalnya dengan menjaga air asam tambang agar tidak masuk ke perairan umum, melakukan reklamasi lahan setelah dilakukan eskploitasi, dll. Performance dalam aspek lingkungan inilah yang menjadi salah satu "branding" kami terhadap para customer atau calon customer serta para stakeholder (pemerintah dan masyarakat), sehingga konsep green marketing ini sangat sesuai diterapkan di perusahaan kami.