Jumat, 22 Oktober 2021

Manajemen Marketing - Forum 4 : Segmenting, Targeting & Positioning


Untuk membangun brand awareness dan meningkatkan potensi penjualan produk makanan dan minuman, kita dapat melakukan segmenting dengan mengklasifikasi konsumen beradasarkan umur, tempat tinggal, pekerjaan, pendapatan, dan tentu saja ketertarikannya terhadap produk makanan dan minuman. Kita dapat melakukan identifikasi kebutuhan konsumen dengan melihat produk makanan atau minuman seperti apa yang mereka butuhkan dan berapa rata-rata harga produk yang biasa mereka beli.

Kemudian lakukan targeting dengan menentukan siapa saja orang yang akan membeli produk kita. Jika sebuah kelompok memiliki pendapatan besar, bukan berarti kelompok tersebut cocok menjadi target pasar kita. Oleh karena itu, kita perlu melihat kebiasaan berbelanja mereka apakah sering membeli produk makanan minuman atau tidak. Jangan sampai kita hanya menargetkan kelompok berpenghasilan besar, tapi tidak memiliki ketertarikan terhadap produk makanan atau minuman.

Setelah menentukan target pasar, lakukan positioning dengan menentukan keunggulan produk kita. Misalnya, kita menjual produk mie instan yang sudah ada di pasaran. Untuk menentukan posisi pasar, kita harus mengeluarkan produk mie instan dengan rasa berbeda dari produk mie instan lain yang sudah pernah ada.

Manajemen SDM - Forum 4 : Penilaian Kinerja dengan Key Performance Indicator

 


Setiap awal tahun dilakukan penyusunan Key Performance Indicator (KPI) di masing-masing departemen. KPI ini melekat pada setiap jabatan yang merupakan indicator ketercapaian kinerja yang bisa diukur. KPI sangat berkaitan dengan job description, dimana deliverable dari setiap job biasanya tertuang jelas dalam parameter-paremeter KPI. 

Perusahaan kami melakukan evaluasi terhadap KPI selama 3 kali dalam setahun. Pertama KPI Plan (Jan-Feb), KPI Monitoring (Jun-Jul) dan KPI Final (Nov-Des). Dalam setiap tahapan evaluasi, atasan langsung melakukan coaching kepada angotanya berdasarkan pencapaian KPI. Pada KPI Plan, atasan lebih berfokus pada anggota untuk berkomitmen terhadap pencapaian target dari masing-masing parameter. Pada KPI Monitoring, lebih ke evaluasi pencapaian tengah tahun serta tindak lanjut terhadap parameter yang tidak tercapai, sedangkan untuk KPI final, atasan akan melakukan penilaian akhir terhadap kinerja dari anggota, dimana hasil akhir penilaian ini akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam hal % kenaikan salary setiap tahunnya.

Manajemen Marketing - Forum 3 : Market Behavior terhadap BTS McD & Green Marketing


Market Behavior BTS McD

McD telah melakukan identifikasi consumer behavior yang dipengaruhi beberapa faktor yaitu cultural factor, personal factor dan social factor. McD menyadari betul bahwa sebagian besar target mereka adalah konsumen anak muda, dimana saat ini K-POP menjadi salah satu hiburan yang sangat diidolakan mereka. Dengan adanya BTS meal ini, McD berharap besar terjadi perubahan perilaku konsumen anak muda yang dominan dipengaruhi personal factor (lifestye) sehingga secara psikologi mereka akan termotivasi untuk segera melakukan pembelian. Strategi marketing memang cukup efektif saat itu, terbukti dengan banyaknya permintaan dari para konsumen, terutama anak muda. Namun yang perlu diperhatikan adalah aspek penjualan dalam jangka panjang. Dengan menggandeng BTS, biaya marketing yang dikeluarkan McD mungkin tidak sedikit dan mungkin saja kerjasama yang disepakati bukan jangka panjang. Sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwa campaign yang mereka lakukan cukup efektif pada saat itu, hanya saja belum dapat menjamin benefit nya dalam jangka panjang.


Green Marketing

Green Marketing atau Pemasaran hijau adalah konsep kegiatan pemasaran yang dikembangkan untuk merangsang dan mempertahankan perilaku konsumen yang ramah lingkungan. Melihat realitas saat ini, kita tidak dapat memungkiri bahwa ketika penerapan beberapa kebijakan lingkungan, misalnya "tidak ada kantong plastik saat berbelanja", menimbulkan pro dan kontra. Pelaku usaha yang mendukung lebih karena mengurangi biaya pengadaan kantong plastik dan mensubstitusikannya dengan kantong berbayar ramah lingkungan . Dan pelaku usaha yang kurang mendukung salah satunya adalah kalangan UMKM, terutama untuk yang memiliki produk-produk cair/berkuah, dimana mereka tetap harus menggunakan kantong plastik. Dari sisi konsumen, sepertinya jika kebijakan ini dterapkan, tidak akan menyebabkan peubahan perilaku negatif yang dapat mempengaruhi penjualan dengan syarat sosialisasi dan edukasi yang cukup dan tidak terlalu membebani konsumen.
Di perusahaan saya yang merupakan perusahaan tambang, kepedulian lingkungan merupakan aspek yang sangat penting dan menjadi prioritas. Kita menerapkan good mining practice misalnya dengan menjaga air asam tambang agar tidak masuk ke perairan umum, melakukan reklamasi lahan setelah dilakukan eskploitasi, dll. Performance dalam aspek lingkungan inilah yang menjadi salah satu "branding" kami terhadap para customer atau calon customer serta para stakeholder (pemerintah dan masyarakat), sehingga konsep green marketing ini sangat sesuai diterapkan di perusahaan kami.

Manajemen SDM - Forum 3 : Rekrutmen dan Seleksi untuk Calon Pengendali Alat Berat

 

Pada semester dua tahun ini kami telah melakukan penambahan target produksi batubara. Hal ini  sesuai dengan kesepakatan kontrak jangka panjang yang telah ditandatangani direksi perusahaan kami dan pihak customer di Jakarta. Dengan adanya penambahan target produksi yang hampir mencapai dua kali lipat dari target pada semester pertama maka kebutuhan jumlah equipment alat-alat berat menjadi semakin banyak, seperti kebutuhan unit Excavator, Heavy Duty Truck, Bulldozer, Grader, dan lain sebagainya. Kebutuhan equipment yang semakin bertambah perlu diikuti dengan perencanaan SDM yang matang. Manajemen jobsite kami telah menginstruksikan tim Engineering (ENG), Operation (OPR), Learning Center (LC) dan Human Resources (HR) untuk segera melakukan manpower planning berdasarkan perhitungan beberapa parameter produksi dan roster kerja operator. Dari perhitungan tersebut diperoleh jumlah operator yang dibutuhkan untuk setiap equipment dan tugas tim HR adalah melakukan proses rekrutmen dan seleksi para kandidat operator agar jumlah operator terpenuhi pada semester dua.

Tim HR bersama dengan tim LC menyusun job requirement untuk jabatan operator dan disepakati sebagai berikut : Pendidikan minimal SMA/sederajat, Usia maksimal 45 tahun dan Pengalaman Kerja sebagai operator minimal 2 tahun. Kebutuhan yang banyak dan mendesak ini mengharuskan Tim HR jobsite dan Head Office melakukan kolabarosi secara aktif untuk melakukan rekrutmen eksternal, apalagi harus menghadapi tantangan para kompetitor yang memang sedang menjalankan proses yang sama seiring dengan kenaikan harga batubara dalam beberapa tahun terkahir. Tim HR menggunakan beberapa sarana rekrutmen eksternal, yaitu :

1. Sumber Mandiri Organisasi

  • Iklan lowongan pekerjaan melalui akun official perusahaan seperti LinkedIn, Facebook dan Istagram. Kemudian para kandidat melakukan pengajuan  lamaran melalui typeform)
  • Pelamar bisa langsung datang sendiri atau melalui email/whatsapp dengan menyerahkan CV dan surat lamaran ke tim HR

   2. Dukungan organisasi lain

  •  Menggunakan media sosial para karyawan. Melalui media sosial, para karyawan menyebarkan berita lowongan kerja dari perusahaan kepada public

Untuk proses seleksi, tim HR kami melakukan beberapa tahapan berikut :

  • Seleksi berkas sesuai dengan persyaratan
  • Melakukan psikotest secara langsung maupun online
  • Interview kandidat oeh tim LC mengenai kemampuan teknis, jika tidak sesuai dengan spesifikasi job dari operator equipment yang dilamar, maka kandidat tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya
  • Medical Check Up (MCU), jika dinyatakan unfit maka kandidat diyatakan gugur
  • Setelah dinyatakan fit MCU, para kandidat akan menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK) dan  mengikuti masa probation selama 3 bulan.

Kamis, 21 Oktober 2021

Manajemen SDM - Forum 2 : Job Analysis untuk Pekerjaan Baru yang Berkaitan dengan Covid-19

 

Munculnya pandemi covid-19 menjadi salah satu fokus manajemen perusahaan. Manajemen serius dalam proses pencegahan dan penanganan selama pandemi. Salah satu yang menjadi perhatian besar  adalah monitoring Kesehatan karyawan. Manajemen melalui departemen IT meluncurkan aplikasi “Self Declare” untuk monitoring kesehatan 900 karyawan, baik yang berada di site maupun di luar site. “Self Declare” wajib diisi setiap hari oleh semua karyawan, yang berisi mengenai pertanyaan apakah karyawan mengalami gejala covid-19, apakah karyawan berinteraksi dengan ODP, Dengan siapa saja memiliki kontak erat, dsb. Data semua karyawan yang masuk ke dalam aplikasi “Self Declare” harus diproses lebih lanjut sehingga dapat menjadi pertimbangan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Adanya tuntutan perusahaan mengenai rencana pekerjaan baru tersebut, manajemen melalui HRD melakukan job analysis untuk merencanakan tim Data Keeper yang memiliki beberapa tugas sebagai berikut :

  • Melakukan analisa laporan Kesehatan karyawan berdasarkan data “Self Declare”
  • Melakukan konfirmasi kepada karyawan yang melaporkan gejala dan berinteraksi dengan ODP
  • Memberikan instruksi kepada karyawan yang melaporkan gejala agar segera periksa ke dokter dan melakukan ISOMAN
  • Melakukan contact tracing jika ditemukan kasus positif
  • Melakukan presentasi “Daly Self Declare” kepada manajemen

Dengan berdasarkan beberapa tugas di atas, HRD melakukan penyusunan spesifikasi tim Data Keeper yang tepat untuk mengisi posisi tersebut, yaitu :

  • Pendidikan D3/S1 dengan background Kesehatan (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dll)
  • Mampu mengoperasikan komputer/laptop, dengan program Ms. Word, Ms. Excel & Power Point
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Mampu bekerja dengan teliti
  • Mampu bekerja dalam tim

Manajemen memberikan challenge kepada tim Data Keeper agar mencapai target, yaitu 100% karyawan yang bergejala mendapatkan pemeriksaan dokter dan melakukan ISOMAN sehingga penyebaran virus Covid-19 dapat ditekan.