Kamis, 04 November 2021

Manajemen SDM - Forum 13 : Reshape Our Organization Culture

 

Untuk bisa memahami apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan perusahaan yang lebih baik, kita yang lebih baik, maka kita harus mengetahui kenapa kita ada, siapa kita, kemana arah kita dan bagaimana kita harus berperilaku untuk mencapainya.

Kenapa kita ada tertuang jelas dalam Purpose perusahaan yaitu terus berinovasi memupuk potensi generasi masa depan Indonesia. Kemudian ditopang oleh 5 Purpose Principles / Value yang merupakan DNA perusahaan dari awal berdiri sampai dengan sekarang, 5 Value tersebut adalah Integrity, Empower Families, Rise to Challenges, Break New Ground dan Build the Nation. Kemana arah kita kedepan tertulis dalam Visi dan Misi Perusahaan yang memiliki tekad kuat untuk menjadi mitra jasa pertambangan kelas dunia dan bertanggungjawab terhadap lingkungan. Jasa pertambangan tetap akan menjadi core bisnis kedepan, sehingga dibutuhkan Operational Excellence untuk bekerja lebih efektif, dan untuk menunjang hal tersebut kita mengembangkan potensi manusianya. Jadi kedepan, perusahaan akan terus menerus meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya untuk mencapai hasil yang diinginkan dimana pola-pola pemikiran yang baru dan luas dipelihara dan aspirasi bersama diperbolehkan. Oleh karena itu, perusahaan melakukan perumusan ulang culture yang merupakan pondasi dari sebuah rumah besar perusahaan dan dijadikan panduan semua karyawannya dalam berperilaku sehingga Visi dan Misi dapat tercapai.

More Collaboration. Karyawan harus berhenti berpikir secara silo dan Lebih bekerjasama secara produktif antar departemen;

More Ownership/delegation. Karyawan berhenti mengkeskalasi masalah, mulai terlibat dalam pengambilan keputusan dengan memberikan lebih dari satu solusi dari permasalahan, berhenti micro-managing, mulai mempercayai dan mengembangkan anggota tim. Karyawan juga harus berkomitmen membangun generasi pemimpin masa depan;

More Open Communication. Karyawan harus terbuka terhadap pendapat/ide baru dari seluruh bagian organisasi dan berani menyampaikan ide/pendapat secara asertif. Perusahaan juga harus membuka lebih banyak tempat dan kesempatan untuk menyampaikan ide;

Plan better, Act faster. Karyawan memiliki perencanaan yang jelas dan menyeluruh, lebih tegas dalam pengambilan keputusan serta dapat meningkatkan respon aktif dalam eksekusi.

 

Keempat budaya ini tidak bisa berdiri sendiri, namun saling berkaitan satu sama lain. Kita tidak dapat plan better act faster jika kita tidak saling berkolaborasi dan terbuka dalam berkomunikasi. Begitu pula kolaborasi tidak akan terjadi jika kita tidak saling terbuka, berani mengingatkan ketika terdapat rekan kerja yang perlu diingatkan, serta bersedia menerima masukan dari rekan kerja ketika kita melakukan hal yang yang tidak sesuai. Penerapan company culture ini sudah sangat sesuai dengan Karakteristik Learning Organization (Robbins & Judge, 2009:670)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar